Jalan-Jalan dan Kuliner

4 Travel Blogger Indonesia Selain Trinity

82408487_2899132330149587_902558089872408576_n
Oleh-oleh dari Mbak Ai. 😀

Ucapkan “Hey Google” atau ketuk mikrofon. Ketuk mikrofon. Mendengarkan: Travel Blogger Indonesia. Google wati berbicara, “Berikut adalah informasi dari … dot id.” Informasi pertama menyebutkan nama Trinity. Kedua, Trinity. Cari lagi tetap ada nama Trinity. Oke, fine. Siapa yang tidak kenal Trinity? Penulis seri The Naked Traveler ini telah berkunjung ke-88 negara di dunia. Sayangnya, saya baru baca The Naked Traveler 1, padahal sudah sampai 8. Ga apa-apa, ya. Semoga suatu hari bisa khatam semua.

Selain Trinity, pastinya ada banyak lagi travel blogger Indonesia yang keren dan menginspirasi. Siapa mereka? Yuk, lanjut baca! 

1. Omnduut

dsc_0859
Sumber gambar: omnduut.com

“Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan”

Who is Omnduut? Apakah dia gendut? Temukan jawabannya sekarang. Ke mana angin mengarahkan langkah kaki Omnduut? Ljubljana, Praha, India, dan belahan dunia lainnya. Untuk tahu cerita langkah kaki Omnduut lebih lanjut  bisa acak-acak blognya. 😀 Menurut saya, Omnduut menceritakan pengalamannya cukup detail, disertai foto-foto yang keren banget. Jadi, sensasi bertualangnya dapat. Ga harus repot-repot cari di google gimana suasana kota Ahmedabad atau seperti apa keindahan Zaanse Schans. O ya, Omnduut juga ramah. Kalau kita tinggalin komentar, bakal dibalas. Lumayan bisa ngobrol sedikit. Ga dianggurin. 😀

2. Donny Suryanto

Maimun-01
Sumber gambar: travelingpersecond.com

“Learning culture by traveling”

Mas yang ini pernah mampir ke Medan, loh! Huuu… Senang sekali. Udah tahu kan gimana intonasi orang Medan bicara. Bisa buat sedikit kaget. Mau ke mana kau rupanya? Santai lah kau, biar gak apa kali! Hahaha. Orang mengenal Medan dengan kata Horas, tapi ketahuilah bahwa di Medan masih berdiri megah Istana Maimun, bukti sejarah Kesultanan Melayu Deli. Jadi, selain Horas kita bisa berucap Ahoy!

Ini pengalaman Mas Donny saat berada di Medan.

“Mana tiket Kau?”, sapa kondektur dengan kerasnya yang membuatku terperanjat. Kalau di Kampung Rambutan itu seperti hentakan preman.

“Ah, ini mah Medan ternyata”, batinku yang akhirnya membuatku bersikap wajar dan tak perlu kaget.

“Amplas, Bang”, kusodorkan tiket kepadanya. Ternyata dibalik wajah garang sang kondektur ada senyum tipis terlepas otomatis di bibirnya. Aku mulai jatuh cinta dengan Medan.

Percakapan saya di kolom komentar Mas Donny.

“Mana tiket kau?” Hahahah. Berkesan kan bang ke Medan. 😄

Wadaoowww……terperanjat plus spot jantung tuh…..kirain dipalak. Ternyata senyum juga si abang. Mungkin senyum karena aku keliatan udik atau mungkin karena dia sdg menenangkanku karena pucat pasi….hahaha

Ini lah Indonesia yang kaya. Saya saat tiba di Jawa, disapa dengan logat ngapak juga terperangah. Benar kata Mas Donny “Learning culture by traveling”, itu keren banget.

Selain meninggalkan jejak di beberapa daerah di Indonesia, Mas Donny juga bertualang ke beberapa negara, seperti Qatar, Nepal, India, dan lain-lain. Kepoin blognya biar tidak penasaran. Ga cuma ceritanya saja yang keren, foto-foto pendukung juga oke.

Terima kasih Mas Donny udah mampir ke Medan. Kapan-kapan bisa cobain Bakso Amat yang tidak jauh dari Istana Maimun. Dan kalau kembali lagi bisa lanjut terus ke Kabupaten Langkat – sekitar dua jam naik angkutan umum (sudah termasuk macet. hahaha) dari terminal Pinang Baris Medan – untuk singgah ke Masjid Azizi yang dibangun pada tahun 1899.

Baca juga: Menelusuri Jejak Peninggalan Kesultanan Langkat di Tanjung Pura

3. Ai

img_9426
Sumber gambar: aisaidluv.com

“Perkenalkan, saya Ai. Saya senang membaca buku dan traveling.” Begitu yang tertulis di blog Mbak Ai. Tidak untuk melebih-lebihkan tapi ini benar, percayalah. Keinginan saya bisa menghirup udara di banyak tempat di planet ini menguat setelah berkenalan dengan travel blogger sekaligus book reviewer satu ini. Bahkan saking kemaruknya karena takut naik pesawat (tapi pengin jalan-jalan, apaan sih ni anak :P), setelah landing di Bandara Soekarno-Hatta saya langsung WA Mbak Ai, saya bilang, saya sudah lihat Ibu Kota. (Maruk gak tuh! Hahaha).

Perjalanan Mbak Ai ke mana saja, tidak usah saya ceritakan. Banyak. Saya ga sanggup. Kasih bocoran sedikit saja ya. Tokyo, Italia, Swiss, dan masih banyak lagi. Lebih lengkapnya silahkan bersilaturahim ke blog Mbak Ai. Mbak Ai ini ramah sekali. Ga percaya. Buktikan saja sendiri. 😀

Liburan akhir tahun, tepatnya tahun 2018, saya dapat postcard dari Mbak Ai. Terima kasih Mbak Ai. Love you!

4. Rahma Ahmad 

dscf7902-01
Sumber gambar: jilbabbackpacker.com

Terakhir, adalah Rahma Ahmad. Lulusan Arsitektur UI, berkarier menjadi jurnalis di salah satu media. Katanya melenceng. Tapi tetap keren. “Penikmat keindahan vista dan kata-kata. Pencinta sejarah, bangunan, dan budaya. Pemakai jilbab dan selalu bangga dengan identitas Islamnya.” Itu info sekilas tentang Kak Rahma.

Kata Kak Rahma beliau sudah mulai traveling secara mandiri sejak 15 tahun lalu. Waw! Sudah ke mana saja Kak Rahma pergi? Rusia, Azerbaijan, Georgia dan masih banyak lagi.

Menariknya, dari beberapa tulisan, Kak Rahma juga melakukan solo traveling, seperti ke Uzbekistan. Mantap! Cari tahu cerita Kak Rahma lebih lanjut di sini.

Gimana, tertarik mengikuti jejak mereka? Saya sih yes. Tapi masih terperangkap korona. Beberapa rencana jadi tertunda. Bulan madu saja di awan biru. Hahaha. Semoga planet ini segera pulih. Aamiin…

“Traveling, it leaves you speechless, then turns you into a storyteller.” -Ibnu Batutah.

Yuk, jalan-jalan agar bisa menikmati ciptaan Tuhan sekaligus mencari hikmah (pelajaran).

Selamat bertualang!

28 tanggapan untuk “4 Travel Blogger Indonesia Selain Trinity”

  1. Lagi serius baca nomor 1 dan 2, giliran ke 3 eh ada saya 🤩
    Huwaaa terima kasih Kak Ra sudah memasukkan nama saya ❤️❤️❤️ *terharu* 😂

    Mas Donny cerita blognya memang seru, untuk blog Omduut dan mbak Rahma Anmad, sepertinya saya akan membaca blognya berkat info kak Ra.

    Semoga bulan madu di atas awannya, setelah korona usai diganti dengan traveling-traveling yg lebih seru, menyenangkan, menapakkan jejak kaki di bumi Allah bersama pangeran dan pujaan hati. Aamiin 😇

    1. Mba ai harus masuk dong. Kan saya nya selalu di doain bisa jalan2 kyk mba ai. ❤️
      Cuss meluncur ke blog omnduut dan mba Rahma. 💨
      Aamiin… hahahah bersama pangeran. Tapi ini pangeran nya ga pake kuda putih 😂

  2. Sama-sama kak Ra. Masih ingat saja dg postcard tsb. Semoga someday ada di sana melihat dan merasakan langsung. Aamiin

    Love you too, kak Ra 🥰

    1. Ga bisa lupa sama postcardnya. 😬😬😬 Malah sampai sekarang masih ga percaya bisa dikirimin itu 😏
      Aamiin semoga nanti bisa gantian, saya kirim postcard bilang, mba ai saya sudah sampai sini 😂

      ❤️❤️❤️🌹🌹🌹🌷🌷🌷

      1. Aamiin. Siap, saya akan menantikan postcard yg bilang kak Ra sudah sampai sini ❤️❤️❤️❤️ 🌷🌷🌷🌸🌸🌸

  3. Duh aseli baru baca nih artikel, gegara kebablasan nulis ga bisa direm, plus sibuk jadi salesman di ibukota, trus sibuk sok ngerancang bisnis sendiri, trus sok sibuk membaca novel juga…ah segala macam kesibukan yg bisa disebutin dah…..Hahaha.
    Btw, makasih loh fotoku ada di artikel itu, sayang wajahnya “pas-pasan”…Hahaha.
    Tengkyu ya mbak Ra…..Semoga semua ceritaku berguna buat para pengelana lain dan juga para penikmat indahnya dunia🙏✌💪👌😊👏

    1. Hahahaha mantab mas selalu ada kesibukan banyak malah ya. tetap stay safe.
      Udah oke itu mas, kan jadi makin kece tulisannya Krn ada foto mas donny. 😁
      Iya mas, sama2. Aamiin semoga jalan2 makin seru karena ada review dari mas donny 😄

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.